Melalui Program Pecah Ranting, Telur Ayam Bahagia Terbukti Bantu Gizi Bayi Lahir Normal

Melalui Program Pecah Ranting, Telur Ayam Bahagia Terbukti Bantu Gizi Bayi Lahir Normal

Pemerintah Kabupaten Sleman meluncurkan program penanganan stunting dengan tema “Pecah Ranting Hiburane Rakyat” yang merupakan implementasi dari Kementerian Kesehatan untuk mengejar target Indonesia bebas dari stunting.

Pecah Ranting Hiburane Rakyat sendiri merupakan akronim dari Pencegahan Rawan Stunting, Hilangkan Gizi Buruk dan Tingkatkan Ekonomi Rakyat. 

Program pemberantasan stunting ini dipimpin langsung Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo. Bupati optimis prevalensi stunting di Sleman dapat terus menurun seiring dengan melandainya data tiga tahun terakhir. 

Selama tiga tahun terakhir, prevalensi stunting di Sleman terus turun dari angka 11 % di tahun 2018, menurun menjadi 8,3% di tahun 2019 dan di tahun 2020 turun menjadi 7,34%. 

Pemkab Sleman menggandeng Telur Ayam Bahagia untuk menjadi bagian dari intervensi pemberian dalam pemberian pangan protein dan bernutrisi. 

Karena telur ayam bahagia memiliki kandungan nutrisi 95% lebih banyak dibandingkan pangan protein sejenis. Telur ayam bahagia memiliki kandungan zat besi, zat selenium, zat zinc, vitamin D, omega-3, omega-6, serta kandungan protein albumin 11% lebih tinggi.

Selain itu, telur ayam bahagia juga 35% lebih rendah kolesterol dan 30% lebih rendah lemak. Sehingga aman untuk dikonsumsi bagi orang dewasa yang memiliki beragam penyakit penyerta kronis. Dimana biasanya terdapat larangan dari dokter untuk menghindari makanan-makanan tertentu. 

Pada program pemberantasan stunting di Sleman, Telur Ayam Bahagia selain terlibat dalam pemberian distribusi telur langsung ke sasaran, juga terlibat dalam uji penelitian terhadap para ibu hamil dan balita. 

Telur ayam bahagia diuji cobakan dalam penelitian terhadap 8 orang anak stunting dengan pemberian 1 butir telur ayam bahagia setiap harinya selama 42 hari. Hasil akhir diperoleh bahwa stunting teratasi dengan kesimpulan bahwa balita mendapat kenaikan berat badan lebih dari 6,6%, kenaikan sel darah merah (hemoglobin) sebesar 31,5%.

Uji lapangan ini kemudian diperluas terhadap ibu hamil yang memiliki penyakit kekurangan energi kronis (KEK). KEK sendiri banyak diderita ibu-ibu kekurangan gizi (malnutrisi) yang disebabkan beragam faktor seperti sering kelelahan, kurang vitamin, kurang istirahat sampai berat badan kurang ideal. 

Uji lapangan dilakukan terhadap 200 orang ibu hamil di Kabupaten Sleman, dengan pemberian 2 butir telur setiap hari selama 90 hari (tiga bulan). Hasil penelitian didapat bahwa 40% dari responden ibu hamil dinyatakan bebas dari KEK. 

Sementara anak-anak yang lahir dari ibu-ibu bebas KEK ini berhasil melahirkan 62% bayi lahir secara normal. Ini artinya program pecah stunting yang dilakukan Pemkab Sleman dengn Telur Ayam Bahagia berhasil mengatasi stunting, memberikan gizi dan nutrisi kepada balita, mengatasi KEK ibu hamil dan memudahkan ibu hamil untuk melahirkan bayi secara normal dengan status gizi baik.