Alasan Telur Ayam Bahagia Diproduksi Melalui Konsep Kandang Bebas Sangkar (Free-Range)

Mengapa Telur Ayam Bahagia (TAB) dikembangkan dengan sistem bebas sangkar atau biasa dikenal dengan Free-Range?

Pertanyaan ini dapat dijawab dengan filosofi para pendiri TAB yaitu Profesor Ali Agus, Guru Besar Ilmu Peternakan UGM dan Ahli Nutrisi Pakan Ternak. Filosofi utama adalah “Telur yang baik berasal dari Ayam yang Bahagia”.

Filosofi ini kemudian dikembangkan ke dalam dua konsep utama: konsep kesejahteraan hewan dan konsep fungsional telur. 

Konsep kesejahteraan hewan merupakan konsep internasional yang memberikan hak-hak naluriah hewan seperti hak mandi dengan pasir, hak mendapat paparan sinar matahari, hak untuk bertengger dan hak mendapatkan asupan makanan sehat bebas dari antibiotika dan bahan-bahan kimiawi. 

Sementara konsep fungsional telur merupakan konsep melahirkan telur ayam yang memiliki kandungan nutrisi tinggi, memiliki warna kuning telur alami dan memiliki kandungan kolesterol dan lemak yang rendah dibandingkan telur biasa di pasaran. 

Selain faktor-faktor di atas, ada beberapa alasan yang melatarbelakangi Telur Ayam Bahagia (TAB) diproduksi melalui sistem bebas kandang (Free-Range):

  • Sistem bebas kandang mendorong ayam bebas stress, karena mendapatkan hak-hak naluriahnya seperti hak bertengger, hak mandi pasir dan hak untuk mendapatkan paparan sinar matahari dengan artian akan terbentuk ayam yang bahagia yang menghasilkan telur berkualitas tinggi.
  • Ayam-ayam penghasil Telur Ayam Bahagia (TAB) mendapat asupan makanan yang berkualitas tinggi. dengan artian kualitas tinggi adalah pakan dengan teknologi twin booster yang berasal dari pakan nabati dan bebas dari antibiotika dan kimiawi. Hal ini jelas berbeda dengan ayam-ayam lain di pasaran yang mendapat ransum dari gilingan tulang, daging dan tepung darah. 
  • Ayam dengan sistem bebas kandang (free range) akan menghasilkan telur-telur berkualitas dengan kandungan 7 nutrisi jauh lebih tinggi dibandingkan telur lainnya di pasaran. 

    Kandungan nutrisi yang tinggi pada Telur Ayam Bahagia (TAB) terbukti bermanfaat bagi tubuh manusia. Hal ini dibuktikan dengan riset-riset yang dilakukan lembaga pihak ketiga, bahwa TAB dapat mengatasi masalah stunting, memberikan asupan gizi lebih baik bagi ibu hamil serta menjadi telur yang ramah dengan penderita alergi.

    Telur Ayam Bahagia (TAB) menjadi role model dalam penanganan stunting (tengkes) di wilayah Kabupaten Sleman. Dimana secara rutin penderita yang berpotensi stunting mendapat asupan TAB dalam kurun 42 hari dan mendapatkan manfaat turunnya risiko stunting. 

    Kelebihan-kelebihan yang dimiliki Telur Ayam Bahagia ini menjadikan TAB menjadi yang pertama di Indonesia meraih sertifikat Humane Farm Animal Care (HFAC).

    Apa sih sertifikat HFAC ini? Apakah ada kaitannya dengan konsep bebas sangkar (free-range) yang telah dijelaskan di atas?

    Tentu saja, sertifikat HFAC yang dikeluarkan lembaga berbasis di Amerika untuk Telur Ayam Bahagia pertama di Indonesia adalah sertifikasi atas keberhasilan TAB menjamin hak-hak kesejahteraan hewan ayam (animal welfare). 

    Jaminan kesejahteraan hak-hak ayam adalah penggunaan sistem bebas sangkar (free-range) yang membuat ayam bisa mengekspresikan naluri ilmiahnya untuk berjemur, mandi pasir dan bertengger seperti layaknya ayam di alam bebas. 

    Selain itu sertifikasi ini juga mengukur asupan pakan nabati bebas antibiotika dan kimiawi yang diberikan pada Telur Ayam Bahagia. Ayam adalah hewan yang berhak mendapat asupan makanan bergizi agar menghasilkan Telur Ayam Bahagia berkualitas tinggi dan memiliki banyak kandungan nutrisi. 

    • All Posts
    • Ayam Free-range
    • Telur Fungsional
    • Uncategorized

    Load More

    End of Content.